RINTANGAN HUBUNGAN INDONESIA – IRAN

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Kunjungan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinedjad ke Indonesia 11 Mei 2006 mengisyaratkan praktek politik tinggi (high politics) hubungan dilpomatik kedua negara. Pertama, tawaran pemerintah Iran bagi warga negara Indonesia untuk berkunjung selama empat belas (14) hari ke Teheran tanpa visa. Program pembangunan nuklir untuk tujuan damai merupakan hak negara-negara berdaulat dan dukungan Indonesia untuk dijadikan anggota tidak tetap DK PBB. Tawaran dilpomatik Indonesia tersebut memang prospektif, namun realisasinya bagi Indonesia mengalami rintangan.

Ahli-ahli hukum internasional memandang bahwa persoalan hubungan internasional menggunakan pendekatan interdisipliner. Misalnya, sebagaimana kecenderungan hubungan Indonesia, Iran dan Amerika Serikat. Marti Koskenniemi, dengan dewasa ini mengutip Slaughter dan Tullumelo, menyebutkan tiga cara dalam memecahkan persoalan hubungan internasional: (1) Merumuskan permasalahan kebijakan hubungan internasional dan membuat solusinya, (2) Menjelaskan fungsi-fungsi lembaga hukum internasional yang khusus, (3) dan Menguji dan mengkonsepkan kembali lembaga-lembaga khusus hukum internasional secara umum (The Role of Law in Internastional Politics, 200. 30).

Namun, Presiden Ahmadinedjad memiliki ciri khusus dibanding presiden-presiden Iran sebelumnya. Keberanian Ahmadinedjad ditandai bukan sekedar sikap yang kritis terhadap Barat, khususnya Amerika dan juga mengirimkan surat resmi kepada Presiden George Walter Bush. Media-media cetak dan elektronik di Indonesia memuat surat Presiden Iran terhadap Presiden AS, GW. Bush tersebut antara lain, mengajak AS untuk mempertimbangkan nilai-nilai universal agama sebagai landasan tatanan moral dunia. Selain itu, Presiden Iran juga menawarkan keterbukaan dialog untuk melihat program pengembangan dan pengayaan uranium tenaga nuklir untuk tujuan damai.

Selain itu, Presiden Iran menegaskan bahwa program nuklir itu telah lama dipandang sebagai energi yang baik bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Karena itu, menjadi tidak adil dan amat diskriminatif jika kemudian AS melarang negara-negara ketiga yang sedang berkembang (development countries) dilarang untuk menggunakan energi nuklir.

Argumen Ahmadinedjad yang merujuk pada ketentuan hukum internasional, yaitu bahwa negara-negara berdaulat memiliki hak-hak atas pengolahan uranium termasuk menggunakan energi nuklir untuk kepentingan pembangunan dan perdamaian. Pernyataan tersebut tidak menyedapkan bagi negara-negara Barat, seperti Australia, Inggris, Jerman. Uranium tersebut telah menjadi bahan pertambangan di negara-negara Islam. Afganistan dan Pakistan, Irak dan Iran juga tergolong negara-negara yang memiliki kandungan uranium.

Diplomasi Presiden Iran terhadap Indonesia adalah ketegasannya untuk mendukung bila Indonesia menjadi bagian dari lembaga berpengaruh di PBB. Dukungan ini ia sampaikan ketika berlangsung pertemuan di DPR, yang ditemui oleh Ketua DPR Agung Laksono dan wakilnya Zaenal Ma’arif, dan lain-lain. Tawaran diplomatik Presiden Iran terhadap Indonesia meniscahyakan adanya sikap dan respon yang sejajar (mutual and reciprocal responces). Kewajiban ini tentu saja timbul mengingat pemerintah Indonesia telah meraktifikasi konversi internasional tentang hubungan diplomatik dan hubungan konsular sejak 3 Juni 1982. Pertama, Vienna Convention on Diplomatic Relation 1961 dan diberlakukan sejak 24 April 1964. Vienna Convention on Consular Relation, 24 April 1963 dan berlaku sejak 19 Maret 1967. Terobosan hubungan diplomatik kedua negara ini tampaknya kontekstual dan memerlukan respon yang berimbang. Secara teoritis dan empiris oleh pemerintah Indonesia Tawaran high politics Iran tersebut tidaklah mudah direalisasikan. Pertama, sanjungan Presiden Iran akan gegap gempita masyarakat Indonesia, khususnya muslim hanyalah terbatas pada cendikiawan muslim. Apakah juga kalangan resmi, pemerintah Indonesia Presiden dan wakilnya menyambut secara sungguhan tampaknya tidak cukup meyakinkan.

Kaitan revolusi Iran tahun 1979 yang telah menimbulkan gerakan pencerahan bagi generasi-generasi muda Islam yang fundamental di Indoensia berpengaruh positif dan konstruktif. Akan tetapi, pemerintah Orde Baru ketika itu, justru mencurigai pengaruh revolusi Islam Iran tersebut sebagai ancaman bagi tegaknya NKRI. Tidak mustahil, sebagaian penjabat di era reformasi menaruh kecurigaan yang sama.

Warga Indonesia untuk berkunjung tanpa visa selama empat belas hari tampaknya sukar direspon secara imbang. Misalnya, beranikah pemerintah Indonesia menerima kehadiran warga Iran ke Indonesia tanpa visa. Kebijakan imigrasi yang membebaskan visa kunjungan hanyalah berlaku bagi negara-negara anggota ASEAN. Karena itu, meskipun twaran Iran sebagai negara Islam itu memberikan kemudahan bagi pemerintah Indonesia jawaban itu tidak mudah untuk dibuat. Hubungan negara-negara Islam Timur Tengah dengan pemerintah Indonesia akan menjadi faktor pengambat utama mengingat sebagian negara-negara Islam tertentu, memnadang teror bom bunuh diri (suicide terrorist bombing) sesuatu yang dibolehkan.

Hambatan kedua, hubungan diplomatik antar AS dengan pemerintah Indonesia dari sejak dulu hingga sekarang selalu diwujudkan dalam status hubungan bermuka dua. Dalam konteks ideologis, memang pemerintah Indonesia tidak dapat menolak pengaruh kapitalisme dalam sistem perekonomian. Akan tetapi, dalam aspek ideologis stabilitas keamanan Indonesia merugikan AS. Ancaman terorisme yang kebetulan pelakunya berasal dari Indonesia menempatkan posisi pemerintah Indonesia sukar untuk menolak kebijakan AS. Termasuk beranikah pemerintah Indonesia secara terus terang menolak rencana Resolusi DK PBB senjata nuklir Iran adalah hambatan diplomatik nyata bagi pemerintah Indonesia.

Terkahir, high politics Presiden Iran terkait dengan usulan Indonesia menjadi anggota DK PBB memang sangat ideal dengan situasi perdamaian dan tata tertib dunia. Relevansi tersebut terutama sampai saat ini, utusan DK PBB yang mewakili negara-negara Islam tidak pernah terakomodir.

Usulan Presiden Iran tersebut sangat signifikan, terlebih ketika satu milyar penduduk muslim dimuka bumi tidak terwakili potensinya di DK PBB. Sesuai dengan alasan di atas, dikemukakan oleh Allatas, mantan Menlu Indonesia, dalam sebuah konferensi di UGM, tahun 2005, sekiranya negara-negara muslim dimungkinkan mengisi DK PBB, maka itupun tidaklah mudah untuk diusulkan. Persoalan sekitar negara-negara Islam, mana yang lebih berhak untuk diutus di DK PBB merupakan persoalan tersendiri. Misalnya, jika Indonesia ditunjuk sebagai wakil di DK PBB apakah negara-negara Islam seperti Malaysia, Pakistan, Saudi Arabia setuju sebagai wakil tidak tetap (Non-permanent member) di DK PBB. Menurut pasal 23 ayat 2 BAB V, Dewan Keamanan PBB, Piagam PBB, Anggota tidak tetap DK PBB akan dipilih untuk masa 2 tahun (3). Setiap anggota DK PBB memiliki memiliki satu suara putusan DK PBB dalam hal tata cara dapat dibuat dengan suara bulat dari sembilan anggota.

Tampaknya, praktek hubungan diplomatik yang ditawarkan Presiden Iran memang prospektif bagi upaya memperbaiki hubungan negara-negara muslim di dunia. Namun, dalam implementasinya tidaklah mudah dilakukan. Tawaran bebas visa bagi WNI ke Iran, program nuklir sebagai hak-hak kedaulatan negara-negara ketiga, dan usulan Indonesia menjadi anggota DK PBB hanyalah merupakan wacana diplomasi yang baik, tetapi telah menjadi beban psikologis hubungan dan ancaman bagi hubungan segitiga, Iran, Indonesia dan Amerika ke depan.

***

One thought on “RINTANGAN HUBUNGAN INDONESIA – IRAN

  1. halahh sebenarnya iran – amerika itu berhubungan mesra….. keliatannya aja gembar – gembor,, padahal ada maksut terselebung memecah belah umat sunni… seolah2 terlihat iran musuh as untuk menarik simpati umat2 islam terhadap iran baru dimasukkan paham syiahh, dan terpecahlahhh umatt2 sunni termasuk indonesia.. hati2 aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s