Reuni Akbar dan Munas IKA UII Siap Digelar

Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII akan menggelar reuni akbar dan musyawarah nasional pada 25-27 Desember 2009 mendatang. Ketua Umum PP IKA UII, Prof. Jawahir Thontowi, SH, Ph.D., menyatakan bahwa Reuni Akbar dan Munas kali ini merupakan pertemuan alumni terbesar karena akan mempertemukan alumni lintas generasi dan lintas fakultas. “Alumni UII lulusan tahun 1969 hingga 2008 akan menghadiri reuni akbar dan munas kali ini,” Ketua Umum PP IKA UII menjelaskan.

Dengan menghadirkan alumni yang lintas generasi dan lintas fakultas ini, kegiatan reuni diharapkan mampu menghasilkan kontribusi alumni UII bagi perkembangan bangsa secara lebih maksimal. “Alumni dari fakultas-fakultas yang relatif lebih tua usianya, seperti dari Fakultas Hukum dan Ekonomi, akan berbaur bersama alumni dari fakultas-fakultas yang lebih muda, seperti Fakultas PSB, MIPA, dan Kedokteran,” Ketua Umum PP IKA UII menjelaskan lebih lanjut. Hal ini menurutnya mungkin dilakukan karena seluruh fakultas di UII saat ini telah memiliki alumni. Dengan demikian, jejaring alumni yang selama ini telah terbentuk dapat terus dikembangkan dan diperluas dengan generasi alumni dari fakultas-fakultas baru.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 25 Desember 2009 malam di Auditorium KHA. Kahar Muzakkir dengan diisi sambutan Ketua Panitia (Ir. Sutarno, M.Sc.), Ketua Umum PP IKA UII (Jawahir Thontowi), Rektor UII (Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.), dan Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (Dr. Ir. Luthfi Hasan. MS). Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X direncanakan akan memberikan sambutan pembukaan Reuni Akbar dan Munas IKA UII kali ini.

Reuni akbar dan musyawarah nasional kali ini, sebagaimana lazimnya acara lainnya juga menjadi acara nostalgia  dengan suasana Jogja sebagai kota pendidikan dan budaya. Untuk membangun suasana tersebut, Ketua Umum PP IKA UII menyebutkan bahwa akan diadakan jamuan makan malam secara lesehan khas Jogja. Jamuan yang mengiringi pembukaan rangkaian reuni akbar dan musyawarah nasional ini akan disponsori oleh dua orang bupati alumni UII, yaitu Idham Samawi (Bupati Bantul) dan Suharto (Bupati Gunungkidul).

Seusai opening ceremony, pada 26 Desember 2009, para peserta akan mengikuti reuni akbar di kampus fakultas masing-masing. Baru pada 27 Desember 2009, peserta kembali berkumpul di KHA. Kahar Muzakkir untuk mengikuti rangkaian musyawarah nasional. Dalam rangkaian kegiatan Munas, Ketua Umum PP IKA UII 2004-2009 akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban, dilanjutkan dengan sidang komisi. Komisi A akan membahas amandemen AD/ART, komisi B akan membahas internal dan program kerja dan komisi C akan membahas eksternal. Hasil sidang komisi selanjutnya dibawa ke sidang pleno.

Terkait perkembangan internal yang menjadi bahasan sidang komisi, Ketua Umum PP IKA UII menjelaskan bahwa saat ini perkembangan pesat pada kepengurusan IKA di daerah memerlukan terobosan kebijakan. Kepengurusan IKA pada satu propinsi yang dipimpin oleh pengurus IKA Wilayah menurutnya kurang maksimal mengingat luasnya cakupan kerja dan tanggung jawab. “Akan lebih baik jika nantinya pengurus daerah atau kabupaten membuat koordinasi antar beberapa kabupatan dan IKA Wilayah di tingkat propinsi menjadi payung bagi beberapa koordinator,” Ketua Umum PP IKA UII menjelaskan. Dengan menerapkan hal ini menurutnya kinerja IKA Daerah akan bisa dimaksimalkan sehingga kontribusi IKA lebih terasa.

Setelah sidang komisi, pemilihan ketua umum PP IKA UII yang baru akan dilakukan sebagai rangkaian acara munas. Menurut Ketua Umum PP IKA UII, perwakilan dari IKA Wilayah dan Daerah lah yang pada dasarnya memiliki hak pilih. Namun seiring konsensus yang biasa terjadi, setiap anggota IKA yang hadir diberi hak untuk memilih sebagai wujud penghormatan untuk kehadiran dalam forum musyawarah nasional. Terkait kandidat ketua umum yang baru, Ketua Umum PP IKA UII menjelaskan adanya perubahan paradigma dalam melihat calon ketua umum ideal.

“Terdapat pandangan yang menilai bahwa ketua IKA ke depan adalah tokoh yang berkiprah di tingkat nasional, diterima oleh kalangan Islam, dan memiliki komitmen kuat bagi pengembangan organisasi,” Ketua Umum PP IKA UII menjelaskan kriteria ketua umum yang berkembang. Sejumlah nama menurutnya juga mulai muncul dan dijagokan menjadi ketua umum IKA mendatang. Diantaranya adalah Ifdhal Kasim, Ketua Komnas HAM RI, Busyro Muqaddas, Ketua Komisi Yudisial, Halim Alamsyah, Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI), dan Moh. Mahfudz MD, Ketua Mahkamah Konstitusi.

Pergeseran paradigma dalam melihat calon ideal dalam kepengurusan menurut Menurut Ketua Umum PP IKA UII juga mengindikasikan adanya keinginan alumni UII agar IKA menjadi organisasi alumni yang lebih banyak berbicara di tingkat nasional. “Tampak bahwa alumni ingin IKA menjadi seperti Aluni UI, IKA Undip, atau IA-ITB,” Ketua Umum PP IKA UII menuturkan.

Source: Click Here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s