Perlu Penyegaran Kembali Konsep Poros Maritim

Yogyakarta ( Berita ) : Pemerintah Indonesia perlu melakukan penyegaran kembali dalam mewujudkan konsep poros maritim dunia dengan membangun hubungan diplomatik antarnegara yang objektif dan berimbang, kata pakar hukum internasional UII Yogyakarta Jawahir Thontowi.

“Karena konsep poros maritim dunia bukan sekadar jurisdiksi domestik semata, melainkan juga merupakan urusan lingkar strategis global yang tidak dapat disepelekan,” kata pakar hukum internasional Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Jawahir Thontowi di Yogyakarta, Selasa [11/08] .
Jawahir mengatakan, kerja sama bilateral hampir tidak mungkin terhindarkan dalam rangka pembangunan poros maritim, mengingat banyak negara-negara lain yang lebih dahulu menerapkan konsep tersebut seperti Tiongkok, India, Amerika Serikat, serta Jepang. “Karena itu, kerja sama bilateral dengan negara-negara adikuasa pendahulunya memang menjadi suatu keniscayaan,” kata dia.
Kendati demikian, Jawahir mengatakan bersamaan dengan pemaknaan kembali momentum kemerdekaan RI, maka praktik lobi dan negosiasi pemerintah Indonesia dengan negara-negara adikuasa dalam konteks pembangunan poros maritim tersebut tetap harus objektif dan berimbang.
Menurut dia, bentuk kerja sama atau kemitraan yang berimbang misalnya dapat diterapkan dalam konteks kerja sama Indonesia dengan Tiongkok.
Sebagai salah satu contoh negara adikuasa yang tampak bersedia membantu pembangunan poros maritim dalam bidang alih teknologi dan finansial, menurut Jawahir, Tiongkok juga belum tentu steril dari ambisi atau kepentingan internal negaranya, serta kepentingan negara adikuasa lainnya. “Sehingga bentuk kemitraannya harus tetap objektif dan berimbang,” kata dia.
Menurut dia, meski Indonesia secara juridis memiliki jaminan kepastian hukum berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCOS) 1982, dengan ketentuan wilayah kedaulatan laut 12 mil landas kontinen dan ZEE 200 mil sebagai basis poros maritim, namun juga memiliki tantangan lingkar strategis regional. “Tantangan lingkar strategis regional juga bisa kontraproduktif terhadap pembangunan poros maritim,” kata dia.
Oleh sebab itu, ia mengatakan, di sisi lain konsep poros maritim dunia yang selama ini mulai dibangun seyogianya juga harus dipandang bukan sekadar kepentingan nasional Indonesia, tetapi harus melibatkan negara-negara ASEAN lainnya.
“Poros maritim bukan hanya berorientasi memeroleh target ekonomi, perdagangan, pembangunan infrastruktur, serta budaya bahari semata, melainkan juga harus dikaitkan dengan diplomasi, keamanan, dan pertahanan kawasan ASEAN,” kata dia. (ant )

Sumber: http://beritasore.com/2015/08/11/perlu-penyegaran-kembali-konsep-poros-maritim/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s