About

Jawahir Thontowi, lahir di Rumah Sakit Cibabat, Cimahi,  8 September 1956, merupakan cucu pertama kakek K. Siradjudin- dan nenek Hj Sholihah, dari pasangan Hj. Zuhroh dan K.H. Awa Nawawi. Sejak orang tua menyelesaikan tugas sebagai  militer masa Revolusi, tahun 1960-an, mereka pindah ke desa, yang saat ini dikenal sebagai kampung Cibalok, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.  Sejak melepaskan dirinya dari tugas sebagai militer, kemudian ayahanda meneruskan karirnya, sebagai guru di Madrasah Tsanawiyah, Desa Rongga Kecamatan Cililin, dimana aku sejak tahun 1969 mulai belajar secara intensif untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan ilmu keagamaan. Disela-sela belajar di Sekolah Dasar,  meskipun tidak secara khusus mensantren, kehadiran dalam lingkungan pesantren tidak dapat dihindarkan oleh karena setiap menjelang malam aku juga harus belajar ngaji di kakek, K.H. Syarifuddin di kampung Sukaguna. Hampir dipastikan, pengetahuan keagamaan dan hapalan ayat-ayat alqur’an dan kemampuan penguasaan terhadap bahasa Arab hampir dipandang sebagai bahasa kedua setelah bahasa Sunda, sebagai bahasa ibu. Menjadi santri kalong di kakenda, K.H. Syarifudin di Sukaguna, tampaknya terhenti sejak mulai masuk sekolah ke Madrasah Tsnawiyah (MTsN) di Ringga. Dengan masuknya MTsN,  pemahaman akan ajaran Islam sudah mulai berbeda karena lingkungan  keluarga di Rongga adalah Muhammadiyah, suatu paham keagamaan yang tidak terlalu dikenal dalam masyarakat Cibalok yang NU.

Biogarfi oleh Merdeka.com

Terlahir di Bandung, Jawa Barat pada 8 September 1956, Jawahir Thontowi kini menjadi seorang profesor di bidang hukum antropologi dan juga seorang ahli hukum. Jawahir Thontowi menjadi nara sumber di bidang hukum yang sangat penting di Indonesia. Dia adalah ahli perkara hukum suku dan bahkan juga menyangkut terorisme. Jawahir Thontowi juga memegang peran penting dalam perkembangan dunia hukum Indonesia. Gelar profesornya dia raih dari Menteri Pendidikan Indonesia setelah terlihat dengan jelas bagaimana dia mendedikasikan diri bagi ilmu hukum dan juga menilik kontribusi besarnya terhadap dunia hukum di Indonesia. Jawahir Thontowi menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Islam Indonesia di Fakultas Hukum. Pendidikan master dan doktoralnya dia tempuh di University of Western Australia.

Sempat menjadi anggota Komisi Konstitusi pada 2003 hingga 2004, Jawahir Thontowi kini tetap aktif mendedikasikan ilmu serta pengalamannya bagi almamaternya, yaitu Universitas Islam Indonesia. Dia pernah menjadi pembicara di Konferensi Hak Asasi Manusia Tingkat Internasional, Delegasi untuk Konferensi Nasional mengenai Pendidikan Hukum Klinis di Kamboja, dan menerima kehormatan untuk menjadi Instruktur di Simposium Internasional Mengenai Resolusi Konflik—ICMCR, di Erasmus University.

Pada tahun 2010 dia menjalani proses seleksi di Komisi Yudisial Indonesia dan berhasil menempati ranking pertama sebagai kandidat di Komisi Yudisial. Sebelumnya, Jawahir Thontowi juga telah terlibat dalam dua kali pemilihan di kampus UII, yang pertama sebagai calon rektor dan yang kedua sebagai pembantu rektor I. Dia gagal menyabet posisi tersebut tetapi masih memiliki banyak pendukung di kampus karena prestasinya dalam mendirikan program doktoral bidang hukum di UII dan juga membuka program internasional untuk bidang hukum di kampus tersebut.

Sumber: Riset dan Analisa: Karnia Putri Pangestu, http://m.merdeka.com/profil/indonesia/j/jawahir-thontowi/

3 thoughts on “About

  1. It’s great to find out that you have a blog, Pak. I’m going to start reading the articles you posted on. I am also currently writing a blog, although it’s a blog that does not tie itself to one focus, but i have written some international law related articles here and there. Would love to have more discussions on it.

    Blogger regards,

    Adit🙂

  2. Asw. Bapak dua hari lalu kami ke UII tamsis tp ndak gumpa bapak, kami ingin jumpa bapak & berdiskusi seputar permasalahn AIDS & Genosida. karena ada beberapa artikel tulisan peneliti amerika yang menyebutkan bahwa AIDS adalah problem sosiopolitik dan memang dimunculkan untuk misi genosida. & kami mengagendakan untuk merealisasikan dialog lintas pemikiran mengenai itu, bersama pakar hukum internasional dan kami mendapat rekomendasi dari beberapa teman bahwa bapak sangat tepat untuk menjadi arasumber dalam topik ini.
    nara sumber yang sudah kami hubugi & menyatakan kesiapan adlh Bp.Ahmad Said, editor & penerjemah Buku BOM AIDS; SENJATA BIOLOGI YANG TAK DISADARI ( tulisan 4 peneliti Ameriak)
    terimakasih atas waktu yang diberikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s